KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Unit Informasi Perkuliahan, terus mengembangkan ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Langkah strategis ini diwujudkan melalui serangkaian kerjasama dengan berbagai perusahaan dan institusi industri terkemuka di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan yang siap terjun ke dunia kerja profesional.
Pada Selasa, 08 April 2026, Unit Informasi Perkuliahan Universitas Muhammadiyah Kendari mengumumkan telah menjalin kerjasama bersama lima perusahaan multinasional dan lokal dalam rangka memperkuat sistem pendidikan yang terintegrasi dengan industri. Kerjasama ini mencakup program magang, pengembangan kurikulum, pelatihan keterampilan, serta kesempatan penempatan kerja bagi para mahasiswa.
Latar Belakang Inisiatif Kerjasama
Dalam era transformasi digital dan perubahan landscape industri yang dinamis, Universitas Muhammadiyah Kendari menyadari pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan sektor industri. Unit Informasi Perkuliahan, sebagai divisi yang bertanggung jawab mengatur dan mengelola segala aspek perkuliahan, memandang kolaborasi ini sebagai kebutuhan mendesak untuk memastikan relevansi kurikulum dengan kompetensi yang dibutuhkan pasar tenaga kerja.
“Kami melihat bahwa tantangan terbesar bagi lulusan perguruan tinggi adalah kesenjangan antara pengetahuan teoritis yang diperoleh di kampus dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan industri. Oleh karena itu, kami mengambil inisiatif proaktif untuk membangun jembatan antara dunia akademis dan dunia industri,” ujar Dr. Ir. Ramdhan Subagja, M.Sc., Ketua Unit Informasi Perkuliahan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam konferensi pers yang digelar di Aula Akademik Kampus Utama.
Unit Informasi Perkuliahan telah melakukan riset selama enam bulan terakhir dengan melibatkan berbagai stakeholder, termasuk alumni, pengusaha, dan praktisi industri. Hasil riset menunjukkan bahwa 73 persen perusahaan di Sulawesi Tenggara membutuhkan tenaga kerja muda dengan kemampuan soft skills dan technical skills yang terukur. Data ini menjadi fondasi kuat bagi pengembangan strategi kerjasama yang komprehensif.
Perusahaan Mitra dan Ruang Lingkup Kerjasama
Kerjasama strategis yang telah disepakati melibatkan lima entitas korporat utama, yaitu PT Pertamina Energi Terbarukan, PT Indonesia Logistics Solutions, PT Sulawesi Digital Innovation, PT Bangun Energi Nusantara, dan PT Mandiri Business Consulting. Kelima perusahaan ini mewakili berbagai sektor industri, mulai dari energi, logistik, teknologi informasi, hingga konsultasi bisnis.
“Pemilihan mitra kerjasama ini dilakukan berdasarkan relevansi dengan program studi yang ada di Universitas Muhammadiyah Kendari, jangkauan geografis, serta komitmen mereka terhadap pengembangan sumber daya manusia,” jelaskan Dr. Ramdhan dalam kesempatan yang sama.
Adapun ruang lingkup kerjasama mencakup beberapa aspek fundamental. Pertama, pengembangan kurikulum berbasis industri yang melibatkan para ahli dari mitra industri dalam proses perancangan mata kuliah dan capaian pembelajaran. Kedua, program magang intensif yang memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa semester enam hingga delapan. Ketiga, pelatihan dan sertifikasi profesional yang diakui industri dalam berbagai bidang keahlian.
Lebih lanjut, kerjasama juga mencakup penempatan kerja lulusan melalui job fair khusus yang akan diselenggarakan dua kali per tahun, serta pengembangan penelitian terapan yang melibatkan mahasiswa dan dosen dalam menyelesaikan permasalahan nyata di industri.
Pernyataan Pejabat dan Stakeholder Kampus
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Bambang Irawan, M.Pd., menyambut antusias inisiatif yang dilakukan Unit Informasi Perkuliahan. “Kerjasama ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata kampus untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berkarakter. Kami percaya bahwa pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri,” kata Prof. Bambang Irawan dalam sambutan resminya.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Sri Wahyuni, Ph.D., menambahkan bahwa institusi akan memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas laboratorium dan workshop yang modern. “Unit Informasi Perkuliahan akan memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti program-program ini. Kami juga akan mengembangkan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat untuk memastikan efektivitas kerjasama,” ujar Dr. Sri Wahyuni.
Dari pihak industri, Direktur Human Resources PT Pertamina Energi Terbarukan, Bapak Dedi Sutrisna, mengungkapkan optimismenya terhadap kerjasama ini. “Kami melihat potensi besar dalam mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari. Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat menemukan talenta muda yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa pemimpin dan inisiatif,” jelas Bapak Dedi Sutrisna.
Senada dengan itu, VP Operasional PT Indonesia Logistics Solutions, Ibu Rini Marsiti, menekankan pentingnya adaptabilitas dan kemampuan teknologi. “Industri logistik terus berkembang dengan adanya otomasi dan analitik data. Kami ingin mahasiswa dari kampus sudah familiar dengan teknologi-teknologi tersebut sejak kuliah. Dengan cara ini, transisi mereka ke dunia kerja akan lebih mulus,” kata Ibu Rini Marsiti.
Program-Program Unggulan dan Implementasi
Unit Informasi Perkuliahan telah merancang beberapa program unggulan yang akan segera diimplementasikan. Program pertama adalah “Industrial Attachment Program” yang akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa tahun ketiga untuk menghabiskan satu semester bekerja di perusahaan mitra sambil tetap mengikuti beberapa kuliah online. Program ini dijadwalkan dimulai pada semester gasal tahun akademik 2026/2027.
Program kedua adalah “Curriculum Co-Development Initiative” di mana akademisi dan praktisi industri akan bersama-sama merancang kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Proses ini melibatkan focus group discussion dengan alumni yang sudah bekerja, recruitment manager, dan dosen-dosen senior di kampus.
“Kami telah mengidentifikasi lima program studi yang akan menjadi pilot project untuk kerjasama ini, yaitu Teknik Mesin, Teknik Elektro, Manajemen, Sistem Informasi, dan Akuntansi. Setiap program studi akan memiliki koordinator khusus yang mengurus implementasi kerjasama dengan industri mitra,” jelaskan Koordinator Program Studi Teknik Mesin, Dr. Eng. Ahmad Hidayat, M.T., dalam sesi technical briefing.
Program ketiga yang juga tidak kalah penting adalah “Professional Certification Pathway” yang memberikan dukungan bagi mahasiswa untuk meraih sertifikasi profesional yang diakui industri, seperti Oracle Database Associate, Cisco CCNA, Project Management Professional, dan berbagai sertifikasi lainnya. Kampus akan menyediakan dana khusus untuk mendukung program ini.
Dampak dan Manfaat Bagi Stakeholder
Kerjasama ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa, program-program tersebut akan memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman praktis, jaringan profesional yang luas, dan peluang penempatan kerja yang lebih terbuka. Data dari kampus-kampus yang telah menjalankan program serupa menunjukkan peningkatan tingkat keberhasilan penempatan kerja hingga 85 persen dalam enam bulan pertama setelah kelulusan.
“Mahasiswa tidak hanya akan belajar teori, tetapi juga mendapatkan mentoring langsung dari para profesional berpengalaman. Mereka akan memahami kultur industri, ekspektasi perusahaan, dan cara menghadapi tantangan nyata di tempat kerja,” kata Dr. Ramdhan Subagja.
Bagi kampus, kerjasama ini akan memperkuat reputasi akademik dan meningkatkan relevansi institusi di mata stakeholder eksternal. Kurikulum yang lebih responsif akan membuat lulusan kampus semakin diminati oleh industri. Selain itu, kolaborasi dengan industri juga membuka peluang bagi dosen untuk melakukan penelitian terapan yang berkontribusi nyata pada pengembangan industri.
Bagi industri, manfaat yang diperoleh mencakup akses ke talenta muda yang terlatih dengan baik, transfer pengetahuan melalui research collaboration, serta membangun brand awareness dan employer branding di kalangan mahasiswa kampus. Beberapa perusahaan juga mendapatkan kesempatan untuk menguji inovasi dan solusi mereka dalam lingkungan akademis sebelum aplikasi skala penuh.
Tantangan dan Rencana Keberlanjutan
Meski antusias, pihak kampus juga mengakui adanya beberapa tantangan dalam implementasi kerjasama ini. Salah satunya adalah koordinasi yang kompleks antara berbagai pihak dengan kepentingan dan timeline yang berbeda. Selain itu, infrastruktur dan fasilitas kampus harus terus dikembangkan untuk mendukung program-program intensif yang melibatkan industri.
“Kami menyadari bahwa kerjasama ini membutuhkan investasi, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia. Namun, kami yakin bahwa investasi ini akan memberikan return yang jauh lebih besar dalam jangka panjang,” ujar Wakil Rektor Bidang Keuangan, Bapak Ir. Hendra Kurniawan, MBA.
Untuk memastikan keberlanjutan kerjasama, Unit Informasi Perkuliahan telah merancang governance structure yang jelas dengan membentuk Joint Steering Committee yang terdiri dari representasi kampus, industri, mahasiswa, dan alumni. Komite ini akan bertemu secara berkala untuk mengevaluasi progress, mengidentifikasi hambatan, dan melakukan adjustment terhadap program-program yang sedang berjalan.
Selain itu, kampus juga menyiapkan sustainability fund melalui kontribusi dari industri mitra dan internal budget universitas. “Kami menargetkan untuk memperluas kerjasama ini menjadi mencakup minimal 10 perusahaan dalam tiga tahun ke depan,” tambah Dr. Ramdhan Subagja.
Testimoni Mahasiswa dan Alumni
Dalam acara pengumuman kerjasama ini, kampus juga menghadirkan beberapa mahasiswa dan alumni yang pernah menjalani program magang. Mereka memberikan testimoni positif tentang pengalaman mereka.
“Ketika melakukan magang, saya belajar lebih banyak tentang praktik nyata dibanding dari buku. Saya juga mendapatkan networking yang sangat berharga yang akhirnya membantu saya mendapatkan pekerjaan tetap di perusahaan tersebut,” ujar Wisnu Eka Prasetya, alumni angkatan 2023 dari Program Studi Teknik Elektro yang kini bekerja di PT Sulawesi Digital Innovation.
Alumni lainnya, Siti Nurhaliza dari Program Studi Manajemen, juga berbagi pengalamannya. “Pengalaman di industri membuat saya lebih percaya diri dan memahami apa yang diharapkan oleh employer. Saya berharap program-program seperti ini akan diperluas sehingga lebih banyak mahasiswa yang dapat merasakan manfaatnya,” kata Siti.
Penutup
Kerjasama strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan lima perusahaan multinasional dan lokal merupakan wujud konkret dari komitmen kampus untuk terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui Unit Informasi Perkuliahan, institusi ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga pembinaan kompetensi yang dibutuhkan dunia nyata.
Program-program yang dirancang, mulai dari industrial attachment, curriculum co-development, hingga professional certification pathway, diharapkan dapat menjadi best practice yang dapat direplikasi oleh institusi pendidikan lainnya. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus dan komitmen dari mitra industri, tidak ada alasan untuk meragukan kesuksesan inisiatif ini.
“Kami mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama mendukung program ini. Kesuksesan ini bukan keberhasilan kampus semata, tetapi keberhasilan bersama yang akan membawa manfaat bagi mahasiswa, industri, dan masyarakat luas,” penutup Dr. Ramdhan Subagja pada akhir acara pengumuman.
Dengan bergerak ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang akademis berkualitas, tetapi juga profesional yang siap dan adaptif untuk menghadapi tantangan industri yang terus berubah. Kerjasama ini adalah langkah awal yang sangat strategis menuju pencapaian visi kampus sebagai universitas terdepan dalam pendidikan dan penelitian di Sulawesi Tenggara.