KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Informasi Perkuliahan (UIP) secara resmi meluncurkan program pembelajaran berbasis kompetensi industri pada Rabu, 16 April 2026. Inisiatif akademik terbaru ini menjadi bagian dari transformasi sistem perkuliahan kampus untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja modern dan kompetitif di era digital.
Program inovatif yang dilaksanakan berkolaborasi dengan berbagai industri dan dunia usaha ini dirancang sebagai respons nyata terhadap kesenjangan kompetensi yang sering dialami lulusan universitas. Dengan mengintegrasikan pembelajaran teori dan praktik industri secara langsung, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen meningkatkan kualitas output akademiknya.
Peluncuran program ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, ketua-ketua program studi, dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari berbagai industri mitra yang tersebar di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Event yang diadakan di Aula Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini mencerminkan keseriusan institusi dalam memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada mahasiswanya.
### Latar Belakang dan Urgensi Program
Kehadiran program pembelajaran berbasis kompetensi industri tidak muncul secara tiba-tiba. Menurut data yang dikumpulkan oleh Unit Informasi Perkuliahan selama tiga tahun terakhir, terdapat gap yang signifikan antara kompetensi yang dimiliki lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari dengan ekspektasi industri penerima tenaga kerja. Masalah ini terutama terlihat dalam hal keterampilan praktis, penguasaan teknologi terkini, dan soft skill yang relevan dengan dunia kerja.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syamsul Alam, M.Si., dalam kesempatan peluncuran program ini mengungkapkan bahwa langkah strategis ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap sistem pendidikan yang selama ini diterapkan. “Kami menyadari bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga harus menjadi jembatan nyata antara akademisi dan industri,” ujar Rektor Alam di hadapan ratusan peserta acara.
Kepala Unit Informasi Perkuliahan, Dr. Eka Putra Wijaya, M.Pd., menambahkan bahwa program ini telah melalui proses perencanaan yang matang selama lebih dari satu tahun. “Kami melakukan riset mendalam tentang kebutuhan industri di Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur secara umum. Hasilnya menunjukkan bahwa industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu langsung berkontribusi produktif sejak hari pertama bekerja,” jelasnya.
### Struktur dan Komponen Program Pembelajaran Berbasis Kompetensi
Program pembelajaran berbasis kompetensi industri yang diluncurkan Universitas Muhammadiyah Kendari terdiri dari beberapa komponen terintegrasi. Pertama adalah mata kuliah praktik yang dirancang khusus dengan melibatkan praktisi industri sebagai narasumber dan pembimbing. Komponen kedua mencakup internship program yang diperpanjang, dimana mahasiswa akan menghabiskan waktu signifikan di perusahaan mitra untuk mendapatkan pengalaman praktis.
Komponen ketiga adalah project-based learning, yaitu pembelajaran berbasis proyek nyata yang dihadapi oleh industri. Mahasiswa akan bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan studi kasus atau proyek actual dari mitra industri. Keempat adalah sertifikasi kompetensi, dimana mahasiswa diharapkan mendapatkan sertifikat internasional yang relevan dengan bidang studinya selama masih menjadi mahasiswa.
Komponen kelima adalah continuous improvement system, sebuah mekanisme evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan industri. Dr. Eka Putra Wijaya menjelaskan, “Sistem ini akan dilakukan setiap semester, melibatkan feedback dari industri, alumni, dan mahasiswa. Dengan cara ini, kurikulum kami akan selalu dinamis dan responsif terhadap perubahan kebutuhan pasar.”
Program ini pertama kali akan diterapkan pada lima program studi unggulan, yaitu Program Studi Teknik Informatika, Program Studi Manajemen, Program Studi Akuntansi, Program Studi Teknik Elektro, dan Program Studi Teknik Mesin. Kedepannya, direncanakan akan diperluas ke seluruh program studi yang ada di Universitas Muhammadiyah Kendari.
### Kemitraan Industri dan Stakeholder
Kesuksesan program pembelajaran berbasis kompetensi industri sangat bergantung pada kemitraan yang solid dengan berbagai pemangku kepentingan industri. Universitas Muhammadiyah Kendari telah berhasil menjalin kerjasama dengan lebih dari 40 perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari teknologi informasi, perbankan, manufaktur, hingga layanan kesehatan.
Salah satu mitra utama program ini adalah PT Karya Semesta Indonesia, perusahaan manufaktur terkemuka di Sulawesi Tenggara. Direktur Operasional PT Karya Semesta Indonesia, Ir. Bambang Sutrisno, M.T., menyampaikan komitmen perusahaannya terhadap program ini. “Kami sangat antusias menjadi bagian dari inisiatif ini. Sebagai pengusaha, saya tahu bahwa kebutuhan terbesar kami adalah tenaga kerja yang terampil dan siap pakai. Dengan berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Kendari, kami berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten,” ungkapnya.
Kemitraan lain yang tidak kalah penting adalah dengan PT Bank Sulawesi Tenggara, sektor perbankan terbesar di wilayah ini. Wakil Presiden Direktur PT Bank Sulawesi Tenggara, H. Mochtar Kadir, S.E., M.B.A., menekankan pentingnya soft skill dalam dunia perbankan modern. “Program ini dirancang dengan sangat baik. Kami tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang menguasai produk perbankan, tetapi juga yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan etika bisnis yang kuat. Universitas Muhammadiyah Kendari tampak memahami hal ini dengan baik,” katanya.
### Metodologi Pembelajaran dan Kurikulum Terintegrasi
Metodologi pembelajaran dalam program ini menggabungkan pendekatan pedagogis modern dengan kebutuhan praktis industri. Setiap semester, mahasiswa akan menjalani kombinasi pembelajaran di kelas (teori), laboratorium (hands-on practice), dan langsung di industri (field experience). Proporsinya dirancang secara bertahap sesuai dengan tingkat kemajuan mahasiswa.
Untuk semester awal, mahasiswa akan menghabiskan 70 persen waktu pembelajaran di kampus dan 30 persen di industri. Seiring dengan peningkatan tingkat akademik, proporsi ini akan bertransformasi, sehingga di semester akhir mahasiswa dapat menghabiskan 50 persen waktu di industri dan 50 persen di kampus, dengan penekanan pada project-based learning dan capstone project.
Kurikulum telah dikembangkan melalui proses yang melibatkan akademisi, praktisi industri, dan alumni. Kepala Program Studi Teknik Informatika, Dr. Hendra Kusuma, M.Sc., menjelaskan proses ini. “Kami melakukan focus group discussion dengan berbagai stakeholder untuk mengidentifikasi kompetensi apa saja yang paling dibutuhkan di industri teknologi informasi. Dari situ, kami merancang mata kuliah dan learning outcomes yang spesifik dan terukur,” tuturnya.
### Dampak dan Harapan Jangka Panjang
Program pembelajaran berbasis kompetensi industri ini diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa, program ini akan meningkatkan employability mereka setelah lulus. Data dari universitas lain yang telah menerapkan model serupa menunjukkan peningkatan tingkat penempatan kerja lulusan hingga 85 persen dalam tiga bulan pertama setelah kelulusan.
Bagi industri dan dunia usaha, manfaatnya adalah tersedianya talent pool berkualitas tinggi yang dapat langsung produktif. Dengan melibatkan industri dalam proses pembelajaran sejak awal, perusahaan-perusahaan dapat mengidentifikasi dan merekrut calon karyawan potensial bahkan sebelum mereka lulus.
Bagi Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri, program ini diharapkan meningkatkan reputasi akademik dan positioning institusi sebagai universitas yang berorientasi pada keunggulan praktis dan relevansi industri. Ini akan sangat membantu dalam meningkatkan akreditasi program studi dan universitas secara keseluruhan.
Dr. Eka Putra Wijaya mengungkapkan target ambisius namun realistis untuk program ini. “Dalam dua tahun ke depan, kami menargetkan tingkat kepuasan industri terhadap kompetensi lulusan kami mencapai minimal 80 persen. Kami juga ingin melihat peningkatan signifikan dalam penghargaan yang diterima mahasiswa kami dalam kompetisi internasional dan nasional,” katanya.
### Penutup
Peluncuran program pembelajaran berbasis kompetensi industri oleh Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Informasi Perkuliahan merupakan langkah berani dan strategis dalam merespons tantangan pendidikan tinggi kontemporer. Dengan mengintegrasikan pembelajaran akademik dan praktik industri, universitas ini menunjukkan komitmen nyata untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi, dukungan berkelanjutan dari industri, dan keterlibatan aktif dari mahasiswa dan dosen. Namun, dengan fondasi yang telah dibangun dan antusiasme yang tampak jelas dari semua pemangku kepentingan, optimisme bahwa program ini akan memberikan kontribusi signifikan pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi Tenggara sangat beralasan.
Universitas Muhammadiyah Kendari kini memposisikan diri sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk lulus ujian, tetapi lebih penting lagi, mempersiapkan mereka untuk sukses di dunia kerja dan berkontribusi produktif bagi masyarakat dan bangsa. Inisiatif ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan tinggi Indonesia mampu beradaptasi dan berinovasi untuk menghadapi masa depan yang semakin kompleks dan kompetitif.
—
Jumlah Kata: 1.847 kata